Sunday, August 13, 2017

KONDISI SOSIAL EKONOMI



KONDISI SOSIAL EKONOMI
PEREKONOMIAN DESA
Kegiatan Sosial Ekonomi masyarakat Desa Jaddung yang merupakan pendukung utama terhadap perkembangan perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Kegiatan ekonomi yang berkembang di Desa Jaddung di pengaruhi oleh kegiatan sosial keagamaan yang sebagian besar diikuti oleh unsur pemuda, tokoh agama, kaum perempuan dan lain-lain dan dapat dijadikan wahana transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan, sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelanjutan pembangunan Desa Jaddung.
Adapun sarana prasarana pendukung kegiatan ekonomi yang ada di Desa Jaddung diantaranya :

Tabel Sarana Prasarana Kegiatan Ekonomi
Desa Jaddung Tahun 2015
No.
Unit Usaha
Jumlah
(unit/kelompok)
1.
Koperasi Simpan Pinjam
1
Kelompok
2.
Pasar Tradisional
-
Unit
3.
Kelompok Simpan Pinjam
3
Kelompok
4.
Usaha Tambak
29
Unit
5.
Usaha Angkutan
20
Unit
6.
Industri Rumah Tangga/Jahit/Meubel
9
Unit
7.
Perdagangan/Toko/Kios/Warung
38
Unit
8.
Kelompok Tani
5
Kelompok
9.
Kelompok Perikanan
1
Kelompok
10.
Usaha Jasa Service Sepeda Motor
6
Unit
11.
Usaha Jasa Service Elektronika
4
Unit
Jumlah Total
115

Sumber : Data Survey Sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari tahun 2015

Kondisi Kesehatan Masyarakat
Kesehatan sebagai tolok ukur utama terhadap keberhasilan pembangunan taraf hidup masyarakat Desa Jaddung. Berdasarkan data yang ada dimana sarana prasarana kesehatan yang dimiliki oleh Desa Jaddung terdiri atas 1 unit Gedung Poskesdes dan 4 unit posyandu dengan tenaga kesehatan yaitu 1 tenaga bidan yang dibantu oleh 20 kader kesehatan Posyandu. Mengingat kondisi geografis dan mulai memahaminya masyarakat Desa Jaddung terhadap aspek kesehatan, terutama yang berkaitan langsung dengan fisik mereka yang menyangkut kebersihan, dan minimnya fasilitas air bersih maka beberapa penyakit sering terjangkit dimasyarakat dapat ditekan diantaranya : Diare, Gatal-gatal, Muntaber, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan yang mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru dengan sendirinya dan akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan pekerjaan baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistematika sosial dan pola sosial individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju. Di lihat dari Tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Jaddung.

Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Jaddung Tahun 2015.
No
Pendidikan
L
P
Jumlah
Prosentase (%)
1
Belum/Tidak Sekolah
559
605
1164
22,04%
2
Tidak Tamat SD
939
1066
2005
37,96%
3
Tamat SD
557
594
1151
21,79%
4
Tamat SLTP
266
245
511
9,67%
5
Tamat SLTA
212
132
344
6,51%
6
Diploma I/II
3
1
4
0,08%
7
Akademi/Diploma III
9
2
11
0,21%
8
Diploma IV/Strata I
63
26
89
1,68%
9
Strata II
3
-
3
0,06%
Jumlah
2611
2671
5282
100%
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2015.
Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Jaddung kebanyakan penduduk hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level  tidak tamat pendidikan dasar 22,04% dan Pendidikan Menengah SLTP dan SLTA 16,18%. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 2.03%.
Dari data di tabel, diketemukan fakta yang menarik yaitu jumlah laki-laki terdidik prosentasenya lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan, dalam prosentasenya laki-laki terdidik sebesar 42.62% sedangkan perempuan 37,43 %
Proporsi perempuan dapat mengenyam pendidikan berdasarkan jenis kelamin dibandingkan dengan dengan total jumlah penduduk yang tercatat di bulan Januari 2015 adalah sebagai berikut : Perempuan Tamat SD 22,23%; SLTP 9,17%; SLTA 4,94%;. Sementara perempuan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi lebih sedikit dibandingkan laki-laki yaitu 1,08% berbanding 2,98%.
Seperti yang ditampilkan dalam pembahasan sebelumnya yaitu jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin, tercatat jumlah perempuan usia produktif antara 17-50 tahun ada 46,40% dari jumlah total penduduk 5.282jiwa. Dari jumlah tersebut yang tamat SLTA dianggap usia terendah 20 tahun berjumlah 6,51%.

Mata Pencaharian
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Jaddung dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang pencaharian seperti : Petani, Buruh Tani, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Karyawan Swasta, Perdagangan, Pedagang, Pensiunan, Transportasi, Konstruksi, Buruh Harian Lepas, Guru, Nelayan, Wiraswasta yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan konstribusi terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Desa Jaddung. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel.

Tabel Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Desa Jaddung Tahun 2015.
No
Macam Pekerjaan
L
P
Jumlah
Prosentase (%) dari Jumlah Total Penduduk
1
Petani/Pekebun
1.925
1.800
3725
81,42%
2
Buruh Tani
230
195
425
9,28%
3
Pegawai Negeri Sipil
13
1
14
0,30%
4
Karyawan Swasta
34
5
39
0,85%
5
Perdagangan
29
18
47
1,02%
6
Pedagang
11
16
27
0,59%
7
Pensiunan
6
0
6
0,13%
8
Transportasi
17
1
18
0,39%
9
Konstruksi
10
0
10
0,21%
10
Buruh Harian Lepas
1
1
2
0,04%
11
Guru
24
10
34
0,74%
12
Nelayan
9
0
9
0,19%
13
Wiraswasta
122
97
219
4,78%
Jumlah
2.431
2.144
4.575
100%
Sumber : Data survey Potensi Ekonomi Desa Jaddung, Januari Tahun 2015
Berdasarkan data tersebut diatas teridentifikasi, di Desa Jaddung jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian adalah 86,61%. Dari jumlah tersebut, kehidupan penduduk yang bergantung pada sektor pertanian yaitu 70,52% dari jumlah total  penduduk. Jumlah ini terdiri dari Petani terbanyak dengan 90.7% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 70,52% dari jumlah total penduduk.
Selain sektor mata pencaharian yang diusahakan sendiri, penduduk Desa Jaddung ada yang bekerja sebagai aparatur pemerintahan, pegawai perusahaan swasta yang merupakan alternatif pekerjaan selain sektor Pertanian.

Kesejahteraan Masyarakat
Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk secara otomatis juga dituntut terpenuhinya tingkat kesejahteraan masyarakat yang terdiri atas kesejahteraan sosial, tenaga kerja dan pemberdayaan perempuan. Secara umum pelayanan dan penanganan kesejahteraan sosial masyarakat melalui program-program bantuan secara langsung maupun dengan kegiatan program pemberdayaan masyarakat dan perempuan telah banyak disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Program bantuan langsung dari pemerintah daerah maupun pusat diantaranya Program beras untuk keluarga miskin (Raskin), Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jalan lain menuju kesejahteraan rakyat (Jalinkesra), Sedangkan Program bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan perepuan diantaranya : Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin), Program Pemberdayaan Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Desa Tertinggal (P3DT), Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP), Kelompok Masyarakat (Pokmas), Kelompok Usaha Bersama (Kube).
Besarnya usia produktif  yang ada di Desa Jaddung yaitu 2.451 jiwa merupakan potensi tenaga kerja yang cukup untuk dikembangkan, dan sebagian besar usia produktif tersebut merupakan tenaga tidak terampil yang butuh pembinaan lebih lanjut sesuai dengan bidang yang ditekuni.
Kegiatan pemberdayaan perempuan lebih cenderung aktif dalam kegiatan perkumpulan kelompok perempuan diantaranya Muslimat NU, Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, PKK Desa, Kelompok Usaha Simpan Pinjam.

Agama
Dalam perspektif agama, masyarakat di Desa Jaddung termasuk dalam kategori masyarakat yang homogeny. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Jaddung beragama Islam. Secara cultural, pegangan agama ini didapat dari hubungan kekeluargaan ataupun kekerabatan yang kental diantara mereka. Selain itu perkembangan agama berkembang berdasarkan turunan orang tua ke anak ke cucu. Hal inilah membuat Islam mendominasi agama di Dusun-Dusun Jaddung.
Informasi yang diperoleh melalui wawancara mendalam dari tokoh-tokoh tua, bahwa selama ini pola-pola hubungan antar masyarakat masih banyak dipengaruhi oleh kultur organisasi Islam, Seperti Nahdatul Ulama (NU).
Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
Desa Jaddung Tahun 2015
No
Agama
L
P
Jumlah
Prosentase (%)
1
Islam
2610
2671
5281
99,98%
2
Katholik
0
0


3
Kristen
1
0
1
0,01%
4
Hindu
0
0


5
Budha
0
0


Jumlah
2611
2671
5282
100%
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2015
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Jaddung sebagian besar beragama Islam. Islam sebagai agama mayoritas mendominasi seluruh Dusun yang ada Di Desa Jaddung.

Pemuda dan Olah Raga
Upaya peningkatan kualitas generasi muda yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, patriotik, demokratis dan mandiri, memiliki kepekaan dan kepedulian sosial, mempunyai minat dan semangat kewirausahaan, berdaya saing dan unggul dalam berprestasi, mampu mengaktulisasikan segala potensi, bakat, dan minatnya serta terhindar dari bahaya destruktif.
Dalam usaha peningkatan kualitas generasi muda andil pemerintah desa sangat diperlukan dalam usaha memperlancar dan mempermudah para pemuda usia kerja tidak menjadi pengangguran sekaligus mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan baru, jika ini terjadi maka yang berkembang bukan kecenderungan mencari lapangan kerja melainkan sebaliknya, justru akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Salah satu usaha menumbuhkan budaya berprestasi di bidang olahraga dan jiwa kewirausahaan di masyarakat yaitu melalui pendidikan dimasyarakat dengan sarana dan prasarana olah raga serta kegiatan kepemudaan yang ada. Kegiatan pemuda yang ada di Desa Jaddung diantaranya kegiatan Ikatan Mahasiswa Jaddung (IMP), Nacita Ikatan Pelajar Kreatif, Persatuan Sepak Bola Jaddung (PSP), Kelompok Musik Tradisional Surya Bumi Sumekar (SBS), Kelompok Musik Tradisional.

Budaya dan Pariwisata
Prespektif Budaya Masyarakat di Desa Jaddung sangat kental dengan budaya Islam. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Sumenep sangat kuat terpengaruh pusat kebudayaan Islam yang tercermin dari keberadaan Pondok Pesantren-Pondok Pesantren yang ada di Sumenep.
Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam.
Perspektif budaya masyarakat di Desa Jaddung masih sangat kental dengan budaya ketimurannya. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Agama Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankan sangat kental dengan tradisi budaya ketimuran.
Tradisi budaya ketimuran sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada dimasyarakat, terutama Agama Islam dipeluk mayoritas masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan tahun baru Hijriyah dengan melakukan do,a bersama dimasjid dan mushalla-mushalla.
Contoh yang lain adalah ketika menjelang Ramadlan masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan/makam orang tuanya maupun kerabat dan para leluhurnya untuk dibersihkan dan setelah itu melakukan tahlilan bersama dimasjid dan mushalla kemudian makan bersama saat itu juga. Contoh yang lain lagi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperingati di masjid-masjid dan mushalla dan ada juga yang diperingati dirumah warga yang kehidupannya sudah diatas cukup. Biasanya pada peringatan ini masyarakat menyediakan berbagai macam hidangan yang berupa buah-buahan dan makanan serta membuat nasi tumpeng dll.
Secara individual didalam keluarga masyarakat Desa Jaddung, tradisi ketimuran dipadu dengan Agama Islam juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim do’a untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kenalan yang istilah populernya diberi nama Kouleman / Kondangan. Kolonan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh harinya keluarga yang ditinggal mati, yang disebut Tahlilan. Selanjutnya hari ke empat puluh/pa’pholo, hari ke seratus/nyatos dan seribu harinya/nyebuh perhitungan tanggal kegiatan menggunakan penanggalan jawa.
Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Desa Jaddung juga masih berjalan disebut Pelet Betteng ketika kandungan ibu menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersamaan kehalaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin kemudian setelah selesai cewok tersebut dilempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terlentang maka ada kemungkinan anaknya perempuan, tetapi jika posisinya sebaliknya maka diyakini kalau anaknya akan lahir laki-laki.
Tetapi yang harus diwaspadai adalah muncul dan berkembangnya pemahaman keyakinan terhadap agama ataupun kepercayaan tidak berakar dari pemahaman terhadap tradisi dan budaya masyarakat yang sudah ada. Hal ini mulai mengakibatkan munculnya kerenggangan sosial dimasyarakat dan gesekan antara masyarakat. Meskipun begitu sudah ada upaya untuk mengurangi gesekan yang ada di masyarakat dengan cara persuasif.
Aspek pemberdayaan masyarakat (Community Empowering) masyarakat local merupakan prioritas dalam pengembangan sosial budaya yang ada di masyarakat. Proses pemberdayaan masyarakat yang utama adalah mengembangkan dan mempertahankan setiap partisipatif masyarakat dalam proses pembangunan.
Pengembangan pariwisata di wilayah Desa Jaddung masih belum memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Sedangkan potensi yang ada dan berpeluang dikemangkan sebagai obyek wisata adalah wisata alam pesisir dan hutan konservasi/hutam bakau.

Dinamika Politik
Seiring dengan perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam dinamika politik, memang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Jabatan Kepala Desa sejak lama ditentukan dengan cara dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa Jaddung. Biasanya bagi para calon Kepala Desa yang akan ikut pemilihan adalah orang yang punya kaitan dengan elit lama desa tersebut, missal anak kepala desa terdahulu atau turunan dan keluarga. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak desa-desa bahwa jabatan Kepala Desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Ini yang biasa disebut Pulung –dalam khasanah Jawa bagi keluarga-keluarga tersebut.
Kepala Desa merupakan suatu jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada putra seorang kepala Desa. Kepala Desa dipilih berdasarkan etos kerja, kejujuran  serta kedekatan dengan warga sekitar. Seorang Kepala Desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika seorang kepala desa melakukan hal-hal yang melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Kepala Desa juga bisa diganti jika berhalangan tetap.
Saat ini, siapa saja yang merasa mampu meskipun dari latar belakang apapun asal berani mencalonkan diri, bisa menjadi calon kepala desa, tentu dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundang-undangan yang berlaku. Pilihan jabatan Kepala Desa terakhir yang dilaksanakan pada Tahun 2013. Pada pilihan kepala desa saat itu tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi . Tercatat jumlah hak pilih sebanyak 3.803 pemilih, dari jumlah itu sebanyak 3.476 orang menggunakan hak pilihnya dengan satu calon kepala desa (Tunggal) yang mengikuti pemilihan tersebut. Pilihan kepala desa bagi masyarakat Desa Jaddung bagaikan acara perayaan desa.
Pada tahun yang berbeda, warga masyarakat Desa Jaddung juga terlibat dalam mengikuti pemilihan Kepala Daerah Provinsi. Saat itu tercatat jumlah pemilih yang mempunyai hak pilih sebesar 3.803 orang. Sebanyak 3.697 orang yang mengunakan hak pilihnya.
Paska semua kegiatan pemilihan situasi kembali berjalan normal, masyarakat tidak terus-menerus tersekat-sekat dalam kelompok-kelompok pilihannya. Hal ini terbukti kehidupan tolong menolong maupun gotong royong maupun gotong royong tetap berjalan dengan baik.
Pola kepemimpinan di Desa Jaddung dalam pengambilan keputusan berada di tangan Kepala Desa. Namun semua dilakukan dengan mekanisme yang melibatkan pertimbangan dari masyarakat. Keterwakilan masyarakat ditingkat desa, diwadahi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga di tingkat desa. Untuk menjadi anggotanya harus melalui mekanisme pilihan langsung. BPD berfungsi sebagai Badan Perwakilan warga masyarakat desa yang bertugas mirip dengan legislatif. Kebijakan-kebijakan pemerintahan desa harus mendaptkan persetujuan dari BPD. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di wilayah Desa Jaddung mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Didalam dinamika politik nasional masyarakat Desa Jaddung tidak terlalu antusias dimana pada Pemilu Umum (PEMILU) Nasional dalam catatan pemerintah desa jumlah orang yang mempunyai hak pilih 3.803orang. Tetapi yang menggunakan hak pilihnya hanya 65 % atau 3.796 orang. Meskipun begitu masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan hatinya tanpa ada paksaan. Hal ini bisa dilihat dalam distribusi suara pemilih, hamper semua partai peserta pemilu mendapatkan suara, hanya ada satu partai saja dari 15 partai peserta pemilu yang sama sekali tidak mendapatkan suara.
Berdasarkan diskripsi dari beberapa fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Jaddung mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat dengan baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan system politik demokratis ke dalam kehidupan politik local. Tetapi minat terhadap politik nasional terlihat kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Jaddung kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
Sosial Ekonomi
Ekonomi merupakan bagian yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan suatu wilayah oleh karena itu di setiap sumber daya alam yang potensial dan dikategorikan sebagai unggulan perlu dikembangkan lebih lanjut dalam sentra-sentra produksi. Adapun unggulan yang potensial dapat dikembangkan di Desa Jaddung dan menjadi modal dasar pertumbuhan wilayah adalah : pertanian, perdagangan, peternakan, pertambakan garam, perikanan laut dan tambak.
Ketersediaan fasilitas-fasilitas sosial ekonomi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jaddung dapat dilihat dalam tabel.
Tabel Jumlah Fasilitas Sosial Ekonomi
Desa Jaddung Tahun 2015.
No
Fasilitas
Sarana
Jumlah
01
Lembaga Keuangan Mikro
Kopwan
1
Buah


Badan Kredit
4
Buah
02
Pasar
Bangunan Semi Permanen
1
Lokal
03
Usaha Jasa
Service Sepeda Motor
4
Lokal


Service Elektronika
4
Lokal


Counter Hp/Pulsa
6
Lokal


Meubel
6
Lokal


Jahit/bordir
3
Unit


Cuci Mobil
2
Lokal
04
Perikanan
Tambak Udang
3
Lokal


Tambak Garam
29
Lokal
          Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2015

Sosial Budaya
          Penyediaan fasilitas-fasilitas dalam rangka meningkatkan, peran, fungsi tatanan kehidupan masyarakat Desa Jaddung diantaranya:

Jumlah Fasilitas Sosial
Desa Jaddung Tahun 2015
No
Fasilitas
Sarana
Jumlah
01
Keagamaan
Masjid
7
Buah


Mushalla
35
Buah


Pemakaman
12
Lokal
02
Pendidikan
Paud
1
Lokal


TK
3
Lokal


SD
3
Lokal


SMP
1
Lokal


MTS
3
Lokal


MA
3
Lokal


Pondok Pesantren
1
Lokal


Lembaga Kursus
1
Unit


Lapangan Sepak Bola
1
Unit
03
Kesehatan
Poskesdes
1
Unit


Posyandu
5
Unit


Polendes
1
Unit
04
Kelembagaan
Balai Desa
1
Unit
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2015
Transportasi dan Perhubungan
Transportasi merupakan salah satu unsur yang menentukan laju pertumbuhan ekonomi dan sosial pada suatu desa serta dapat mempengaruhi mobilitas informasi dan penduduk dari suatu desa ke desa lain.
Pada tahun 2015 total panjang jalan di Desa Jaddung adalah 15.950 Km yang merupakan jalan desa yang menghubungkan antara dusun yang satu dengan dusun yang lain. Sedangkan fungsi jalan yang ada dengan tingkatan arteri primer, lokal sekunder, serta jalan lingkungan. Jalan-jalan tersebut dengan fungsi hubung sebagai berikut :
a.    Jalan Arteri Primer yaitu jalan utama yang menghubungkan antara Desa Jaddung (Kecamatan Pragaan) dengan wilayah Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, sampai ke Bangkalan.
b.    Jalan Lokal Primer yaitu jalan yang menghubungkan antara kota kabupaten Sumenep dengan kota-kota kecamatan.
c.    Jalan Lingkungan yaitu jalan yang menghubungkan antara perumahan penduduk di dalam satu kawasan pemukiman.

Sarana dan Prasarana Jalan
Desa Jaddung Tahun 2015

No
Jenis Jalan
Panjang
Satuan
1
Jalan Negara Hotmix (Jalan Arteri)
2,000
Km
2
Jalan Hotmix
0,500
Km
3
Jalan Aspal
5,550
Km
4
Jalan Makadam
3,900
Km
5
Jalan Setapak
3,500
Km
6
Jalan Kampung (Paving)
1,000
Km
Jumlah
15.950,5
Km
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2015.

Telekomunikasi dan Informasi
Masyarakat Desa Jaddung sebagian besar untuk kebutuhan telekomunikasi pada saat ini menggunakan Jaringan Telepon Seluler dimana jaringannya sudah merata dan menjangkau kalangan masyarakat paling bawah.

Pengairan
Untuk mengoptimalkan lahan-lahan pertanian dan penataan irigasi sekaligus untuk mendukung peningkatan produksi pertanian maka sarana prasarana pengairan yang ada di Desa Jaddung diantaranya :

Sarana dan Prasarana Pengairan
Desa Jaddung Tahun 2015.
No
Sarana dan Prasarana
Jumlah
1
Sungai Tadah Hujan
1
buah
2
Sumur Pompa
2
buah
3
Mesin Pompa
2
buah
4
Jaringan Perpipaan/saluran primer
4000
meter
5
Pintu pembagi
3
unit
6
Sumur Pantek
30
unit
 Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung, Januari Tahun 2015

Drainase dan limbah
Dengan semakin pesatnya perkembangan fisik Desa Jaddung maka diperlukan system drainase yang memadai untuk menyalurkan air buangan/limbah keluarga dan air limpahan air hujan ke saluran pembuangan induk. Penyediaan jaringan drainase di Desa Jaddung belum memadai dimana sebagian jalan utama masih belum memiliki saluran drainase atau fungsi saluran yang belum sesuai.  Drainase dibedakan menurut kondisinya yaitu drainase permanen, semi permanen dan tidak permanen. Drainase di Desa Jaddung termasuk kurang baik, yang langsung dibuang ke aliran sungai yang langsung bermuara ke laut.
Penanganan air limbah yang berasal dari rumah tangga masih belum menggunakan saluran pemutusan dan cenderung dibiarkan begitu saja oleh rumah tangga.

Air Bersih
Untuk kebutuhan air bersih, penduduk Desa Jaddung menggunakan air PAM/Ledeng dengan jumlah pengguna sebanyak 85 Rumah tangga. Sedangkan sumber mata air lain yang juga dimanfaatkan oleh seluruh warga adalah sumur bor dengan jumlah pemakai sebanyak 725 Rumah tangga. Untuk pengguna sumber air bersih dapat dilihat pada Tabel.

Tabel Sarana dan Prasarana Air Bersih
Desa Jaddung Tahun 2015
No
Dusun
PAM/Ledeng
Sumur/Bor
1
Ketapang
20
125
2
Ponjun
10
5
3
Galis
30
50
4
Malakah
25
45
5
Bulu
-
-
Jumlah
85
225
 Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung, Januari Tahun 2015

Energi
Secara keseluruhan mayoritas penduduk Jaddung menggunakan jaringan listrik dari jasa PLN untuk memenuhi sebagaian kebutuhan energi dengan total pemakai 446rumah tangga. Untuk mendukung kebutuhan energi rumah tangga juga menggunakan beberapa alternatif energi diantaranya:  minyak tanah, kayu dan gas LPG.

Pemerintahan Umum
Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)/Dusun sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Jaddung memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut. Terutama berkaitan hubungannya dengan pemerintahan pada level diatasnya. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat meliputi semua kegiatan pelayanan yang menyangkut semua kepentingan kebutuhan masyarakat.

Ketentraman dan Ketertiban
Kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam sistem pamswakarsa merupakan langkah preventif dan tindakan cepat dalam mengatasi berbagai kondisi rawan untuk mencegah dan memperkecil gangguan serta ancaman terhadap keamanan.

No comments:

Post a Comment