Saturday, July 29, 2017

SEJARAH SINGKAT DESA

Setiap daerah pasti memiliki sejarah dan  latar belakangnya masing-masing dalam yang menjadi karakter khusus dari desa tersebut dan wajib diketahui secara turun temurun oleh warganya dan seluruh masyarakat sekitarnya.  Alasan penting mengapa sejarah terbentuknya suatu daerah tersebut adalah agar nilai-nilai yang merupakan pencerminan dari daerah tersebut tetap terjaga dengan baik dan tetap menjadi ciri yang endemik dari daerah itu sendiri.

1.1  Asal Usul Terbentuknya Desa Jaddung
Secara Historis, Desa Jaddung berada di wilayah Kecamatan Pragaan Km 32, diberi nama Desa Jaddung karena dulu masyarakat yang berada di daerah pegunungan biasa mencari kayu bakar untuk dijual ke luar Desa Jaddung dengan cara kayu tersebut di tebang menggunakan alat yang diberi nama BADDHUNG pada waktu itu. Lama kelamaan sebutan BADDHUNG terkenal di seantero jagat, sehingga ada salah seorang tokoh terkemuka pada saat itu bermusyawarah dengan masyarakat untuk menjadikan istilah BADDHUNG  tersebut dijadikan sebuah nama Desa. Sejalan dengan perkembangan zaman nama BADDHUNG dirubah menjadi JADDUNG sampai sekarang.

1.2  Sejarah Pemerintahan Desa
Pemerintahan Desa Jaddung sejak semula sudah merupakan suatu pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Demang yang ditunjuk oleh salah seorang Raja Sumenep yang berkuasa pada saat itu. Untuk memudahkan pelaksanaan Pemerintahan maka Desa Jaddung kemudian dibagi menjadi 5 ( lima ) Dusun yaitu 1. Dusun Ketapang, Dusun Ponjun, 3. Dusun Galis, 4. Dusun Malakah dan 5. Dusun Bulu.
Dimulai secara administrasi pemerintahan Desa Jaddung belum ada kejelasan tahun kapan pemerintahan  yang dipimpin oleh Pangeran Sumo yang merupakan utusan Raja Keraton Sumenep. Pada saat itulah penduduk/masyarakat mulai diajak bermusyawarah mengenai tata cara membangun Desa.
Beberapa tahun kemudian kepemimpinan Panembahan Sumo diganti oleh Kepala Desa Singotruno Matrawi yang merupakan saudara kandung dari Kepala Desa Jaddung yang bernama Singorames alias (Rama Sunno). Kurang lebih pada tahun 1950 dimana pada masa pemerintahan Singotruno Matrawi yang menggantikan Panembahan Sumo masih mengikuti pola pemerintahan Kerajaan Sumenep.
Masa kepemimpinan Kepala Desa Singotruno Matrawi (Rama Sunno) selanjutnya diteruskan oleh putra beliau yang bernama SYAMSUDDIN,  beliau menjabat selama 22 tahun dan pada masa pemerintahannya sudah mengalami kemajuan baik di bidang Pemerintahan maupun di bidang Pembangunan. Selanjutnya kepemimpinan Desa Jaddung diganti oleh MUKRI yang terpilih melalui pemilihan Kepala Desa pada tahun 1990, Delapan tahun berkuasa MUKRI melakukan terobosan – terobosan seperti Rokat Desa, pembuatan jalan Poros Desa, dan penanaman pohon Akasia disepanjang jalan poros Desa serta di tanah – tanah masyarakat yang tidak produktif sampai dengan tahun 1998. 
Pada tahun 1999 diadakan pemilihan Kepala Desa lagi yang diikuti oleh tiga orang calon masing – masing 1. AH. RAMOKI, 2. SUYYADI (cucu Singotruno Matrawi), 3. MUKRI. Pada masa pemilihan Kepala Desa tersebut masyarakat sudah mulai mengerti Politik sehingga mereka bisa memilah dan memilih mana calon yang dianggap mampu memimpin Desa Jaddung kedepan. Tak ayal lagi terpilihlah kemudian AH. RAMOKI. Pada masa kepemimpinan AH. RAMOKI Alhamdulillah sistem pemerintahan berjalan sesuai prosedur dan keinginan masyarakat pada umumnya. Perangkat Desa baik Sekdes, Kasi, Kaur dan Kadus semuanya masuk kantor setiap hari sejak hari Senin sampai dengan Jum’at.
Pada tahun 2013 masa jabatan Kepala Desa AH.RAMOKI, S.Pd berakhir pada tanggal 27 Maret 2013 dan setelah berakhir masa jabatan AH. RAMOKI, S.Pd sebagai Kepala Desa untuk periode yang kedua, maka Proses pemilihan Kepala Desa Jaddung kembali digelar dan dilaksankan serentak se-Kabupaten Sumenep, khususnya tujuh Desa yang berada di Wilayah Kecamatan Pragaan meliputi Desa Jaddung, Desa Pakamban Daja, Desa Pragaan Laok, Desa Pragaan Daja, Desa Sentol Daja, Desa Aeng Panas, Kaduara Timur. Pelakanakan pemilihan Kepala Desa itu dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Mei 2013, dalam pemilihan Kepala Desa Jaddung tersebut semula diikuti oleh dua orang bakal calon yaitu 1. SUKRISWAN dan 2. KUSNADI, akan tetapi karena ada salah satu calon yang tidak memenuhi persyaratan administrasi akhirnya Panitia memutuskan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih hanya satu orang yaitu saudara KUSNADI. Dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa tersebut berjalan sangat demokratis, aman dan lancar selalipun calon Kepala Desanya tunggal,  hal ini tidak mengurangi keinginan mereka untuk berpartisipasi dalm mensukseskan pemilihan Kepala Desa itu.
Karena masyarakat Desa Jaddung sudah semakin sadar akan pentingnya seorang pemimpin yang dipilih langsung melalui pesta demokrasi enam tahunan tersebut, sehingga tak dapat dipungkiri lagi dalam pemilihan tersebut KUSNADI terpilih sebagai Kepala Desa Jaddung untuk periode tahun 2013 sampai dengan 2019 dengan perolehan suara signifikan yaitu sebanyak 3.363 ( tiga ribu tiga ratus enam puluh tiga ) suara. Di awal – awal kepemimpinannya yakni tujuh bulan berjalan, Alhamdulillah sistem Pemerintahan dan Pembangunan di Desa Jaddung berjalan sukses dan lancar, bahkan beliau membuat gebrakan - gebrakan besar yang membuat Desa Jaddung semakin termasyhur di seantero Kabupaten Sumenep, dan tidak jarang membuat orang – orang desa lain di luar wilayah Kabupaten Sumenep berdecak kagum. Adapun gebrakan yang beliau lakukan meliputi:
a.       Semua Perangkat Desa diwajibkan masuk Kantor Desa setiap hari kerja dari hari Senin sampai dengan hari Jum’at pada jam 7.30 Wib. dan pulang pada jam 13.00 Wib.
b.      Perangkat Desa wajib memakai baju seragam warna cheki pada hari Senin sampai dengan Rabu, dan memakai baju batik pada hari Kamis dan Jum’at.
c.       Kegiatan apel pagi merupakan kegiatan yang tidak luput dari perhatian dan programnya untuk dilaksankan di Desa Jaddung walaupun dimaklumi bersama di berbagai desa lain di wilayah Kabupaten Sumenep khususnya dan di wilayah Madura pada umumnya tidak dilaksanakan apel pagi, karena asumsi KUSNADI selaku Kepala Desa bahwa apel pagi  merupakan kegiatan yang mendidik Perangkat Desa untuk disiplin, karena displin akan mendatangkan keberkahan.
Disamping itu pula Apel pagi sangat bermanfaat bagi Perangkat Desa sebagai sebuah kesiapan Perangkat Desa dalam melayani masyarakat. Yang menarik dari kegiatan - kegiatan diatas, semua Perangkat Desa menjalaninya dengan senang hati tanpa merasa dipaksa oleh Kepala Desa, karena prinsip dasar yang dianut oleh Kepala Desa adalah “ KEKELUARGAAN DAN KEBERSAMAAN “ dengan kata lain “ BERAT SAMA DIPIKUL RINGAN SAMA DIJINJING “. hal lain yang tidak kalah penting dan hebatnyadari beberapa gebrakan Kepala Desa KUSNADI adalah kegiatan ISTIGHOSAH BERSAMA dan kegiatan KEAMANAN DESA. Adapun Kegiatan ISTIGAHOSAH BERSAMA dilaksanakan setiap bulan antar Perangkat Desa dengan Tokoh Ulama’, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, RT, RW dan Masyarakat sekitar. bertempat di Balai Desa. Sedangkan kegiatan KEAMANAN DESA dilaksanakan sinergi antar Perangkat Desa dengan seluruh elemen masyarakat melalui kegiatan Ronda malam secara bergiliran, alhasil terciptalah stabilitas keamanan Desa Jaddung yang kondusif sehingga masyarakat dapat dengan mudah, nyaman dan tenang melakukan aktifitas keseharian  meliputi kegiatan sosial, keagamaan, pertanian, peternakan, pendidikan bahkan kegiatan politik praktis.dan lain sebagainya.
1.3  Sejarah Pembangunan Desa
Pembangunan infrastruktur berjalan lancar, seperti pengaspalan jalan poros Desa, Jalan Dusun, pengerasan jalan, pembuatan jalan – jalan baru untuk mempermudah sekaligus memperlancar roda perekonomian masyarakat, pavingisasi, rabat beton, bantuan keuangan untuk Masjid dan Moshalla, Organisasi, Poskamling, bantuan modal usaha Kelompok Wanita Tani, penanaman hutan bakau pantai Desa Jaddung, bantuan sarung untuk LINMAS, Guru Ngaji, RT dan RW. Distribusi Raskin lancar diterima setiap bulan, Kerjasama  antar intern Perangkat Desa, dengan BPD, dengan tokoh – tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama adalah bagian dari kometmennya untuk membangun Desa. Semua ini terjadi semata-mata pertolongan Allah SWT. Sehingga Kepala Desa diberi kemampuan, kepedulian, kepekaan sosial dan kepiawaian dalam menjalankan amanat yang diembannya. Delapan tahun Beliau memimpin Desa Jaddung hampir tidak ada gejolah  masyarakat. Berkat kepemimpinannya yang arif dan bijaksana, akuntabel dan familiar, alhamdulillah akhirnya beliau terpilih untuk periode kedua sampai saat ini.

No comments:

Post a Comment