Saturday, July 29, 2017

DEMOGRAFI DESA



DEMOGRAFI DESA

2.1.Kondisi Geografis Desa

Wilayah Desa Jaddung secara geografis berada di 42.1000 mT-42.6000 mT 9123000mU-9119000mU. Dilihat dari Topografi ketinggian Desa Jaddung berada pada 30 m ketinggian dari permukaan air laut dengan keadaan curah hujan rata-rata 20 mm/tahun, serta suhu rata-rata pertahun adalah 300 c dengan kelembaban udara rata-rata 70 % pertahun. Secara Administrasi Desa Jaddung terletak diwilayah Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Wilayah Desa Jaddung secara administratif dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Disebelah utara berbatasan dengan Desa Guluk-guluk Barat Kecamatan Guluk-guluk, sebelah selatan berbatasan dengan Selat Madura, sedangkan disisi barat berbatasan dengan Desa Pakamban Daja dan Desa Pakamban Laok sedangkan disisi timur berbatasan dengan Desa Pragaan Daja dan Desa Pragaan Laok.

Luas wilayah Desa Jaddung sebesar 683,70 Ha luas lahan yang ada terbagi dalam beberapa peruntukan, dapat dikelompokkan seperti untuk fasilitas umum, pertanian, kegiatan ekonomi dan lain-lain. Luas lahan yang diperuntukkan untuk fasilitas umum adalah sebagai berikut : luas tanah untuk jalan 8 Ha; tanah untuk bangunan umum 7,55 Ha; luas lahan untuk pemakaman 1 Ha. Sedangkan untuk aktifitas pertanian dan penunjangan terdiri dari : lahan sawah dan ladang seluas 295,24 Ha; 

 

Sementara itu peruntukan lahan untuk aktifitas ekonomi terdiri dari : lahan untuk industri 4ha; lahan untuk pertokoan 0,25  Ha. Selebihnya untuk lahan permukiman seluas 329,67 Ha; tanah bengkok 36,08 Ha lahan perkantoran 7,07 Ha tanah wakaf 0,31 Ha; tanah desa lainnya 7,37 Ha Wilayah Desa Jaddung terdiri dari 5 Dusun untuk lebih mempermudah pemerintahan desa dalam menjalankan kegiatan-kegiatan pemerintahan desa. Kelima wilayah dusun tersebut meliputi :

1.      Dusun Ketapang terdiri dari 5 RT
2.      Dusun Ponjun terdiri dari 4 RT
3.      Dusun Galis terdiri dari 5 RT
4.      Dusun Malakah terdiri dari 5RT
5.      Dusun Bulu terdiri dari 6 RT

2.2  Demografis/Kependudukan
Berdasarkan Data Administrasi Pemerintahan Desa, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 5.510, jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 2.707 jiwa, sedangkan berjenis perempuan berjumlah 2.2.803 jiwa. Survei Data Sekunder dilakukan oleh Fasilitator Pembangunan Desa, dimaksudkan sebagai data pembanding dari data yang ada di Pemerintah Desa. Survei Data Sekunder yang dilakukan pada bulan Januari 2013 berkaitan dengan data penduduk pada saat itu, terlihat dalam Tabel 2.2 berikut ini :
Tabel 2.2.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Jaddung Tahun 2017

No
Jenis Kelamin
Jumlah
Prosentase (%)
1
Laki-laki
2.707
48.82%
2
Perempuan
2.803
51.18%
Jumlah
5.510
100%
Sumber : Data Survey Sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari tahun 2017
Seperti terlihat dalam tabel diatas, tercatat jumlah total penduduk Desa Jaddung 5.510 jiwa, terdiri dari laki-laki 2.707 jiwa atau 48,49% dari total jumlah penduduk yang tercatat. Sementara perempuan 2.803 jiwa atau 51,51% dari total jumlah penduduk yang tercatat.
Dari hasil survey data sekunder dibandingkan dengan data yang ada di administrasi desa terdapat selisih 9 jiwa yang tidak tercatat dalam survey data sekunder. Hal ini mendorong pemerintah desa untuk memperbaiki system administrasinya dan melakukan pengecekan ulang terhadap terjadinya selisih data penduduk tersebut. Sampai saat ini didapatkan kesimpulan sementara bahwa terjadinya selisih tersebut dikarenakan banyaknya warga desa Jaddung yang tidak masuk dalam daftar administrasi kependudukan. Untuk lebih mengetahui kondisi yang nyata tentang jumlah penduduk di wilayah dusun di Desa Jaddung secara terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 2.2.

2.2.1        Jumlah Penduduk Menurut Golongan Usia dan Jenis Kelamin
Agar dapat mendiskripsikan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Jaddung dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitik beratkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Sehingga akan diperoleh gambaran tentang kependudukan di Desa Jaddung yang lebih komprehensif. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Jaddung berdasarkan pada usia dan dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat tabel 2.2.1 berikut ini:
Tabel 2.2.1
Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia
Desa Jaddung Tahun 2017

NO
KELOMPOK UMUR
JUMLAH
1
0-5
284
2
6-10
429
3
11-15
393
4
16-20
456
5
21-25
429
6
26-30
457
7
31-35
448
8
36-40
456
9
41-45
412
10
46-50
376
11
51-55
286
12
56-60
285
13
61-65
231
14
66-70
203
15
70+
365
KECAMATAN
5,510
Sumber : Data Survey Sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari tahun 2017
Dari total jumlah penduduk Desa Jaddung, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang berusia >60 tahun  berjumlah 799 jiwa. Penduduk usia produktif pada usia antara 20-49 tahun di Desa Jaddung jumlahnya cukup signifikan, yaitu 2578 jiwa penduduk.
2.2.2  Pertumbuhan Penduduk
Tingkat pertumbuhan penduduk Desa Jaddung diambil berdasarkan tingkat pertumbuhan rata-rata penduduk Kecamatan Pragaan selama lima tahun rata-rata pertumbuhannya sebesar 5 % (sumber : Kecamatan dalam angka).

2.3  Kondisi Sosial Ekonomi
2.3.1        Sosial Ekonomi
Ekonomi merupakan bagian yang sangat berpengaruh bagi pertumbuhan suatu wilayah oleh karena itu di setiap sumber daya alam yang potensial dan dikategorikan sebagai unggulan perlu dikembangkan lebih lanjut dalam sentra-sentra produksi. Adapun unggulan yang potensial dapat dikembangkan di Desa Jaddung dan menjadi modal dasar pertumbuhan wilayah adalah : pertanian, perdagangan, peternakan, pertambakan garam, perikanan laut dan tambak. Ketersediaan fasilitas-fasilitas sosial ekonomi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jaddung dapat dilihat dalam tabel. 2.3.1
Tabel 2.3.1
Jumlah Fasilitas Sosial Ekonomi
Desa Jaddung Tahun 2017
No
Fasilitas
Sarana
Jumlah
01
Lembaga Keuangan Mikro
Kopwan
1
Buah


Badan Kredit
4
Buah
02
Pasar
Bangunan Semi Permanen
1
Lokal
03
Usaha Jasa
Service Sepeda Motor
3
Lokal


Service Elektronika
4
Lokal


Counter Hp/Pulsa
5
Lokal


Meubel
3
Lokal


Jahit/bordir
3
Unit


Cuci Mobil
1
Lokal
04
Perikanan
Tambak Udang
3
Lokal


Tambak Garam
29
Lokal
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2017
2.3.2        Perekonomian Desa
Kegiatan Sosial Ekonomi masyarakat Desa Jaddung yang merupakan pendukung utama terhadap perkembangan perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kegiatan ekonomi yang berkembang di Desa Jaddung di pengaruhi oleh kegiatan sosial keagamaan yang sebagian besar diikuti oleh unsur pemuda, tokoh agama, kaum perempuan dan lain-lain dan dapat dijadikan wahana transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan, sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelanjutan pembangunan Desa Jaddung.
Adapun sarana prasarana pendukung kegiatan ekonomi yang ada di Desa Jaddung diantaranya :
1.      Koperasi Simpan Pinjam                           : 1 Unit
2.      Kelompok Simpan Pinjam                        : 3 Kelompok
3.      Usaha Tambak                                          : 29 Unit
4.      Usaha Angkutan                                       : 20 Unit
5.      Industri Rumah Tangga/Jahit/Meubel       : 9 Unit
6.      Perdagangan/Toko/Kios/Warung              : 38 unit
7.      Kelompok Tani                                         : 5 Kelompok
8.      Usaha Jasa Service Sepeda Moto             : 3 Unit
9.      Usaha Jasa Service Elektonika                  : 4 Unit

2.3.3        Kesejahteraan Masyarakat
Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk secara otomatis juga dituntut terpenuhinya tingkat kesejahteraan masyarakat yang terdiri atas kesejahteraan sosial, tenaga kerja dan pemberdayaan perempuan. Secara umum pelayanan dan penanganan kesejahteraan sosial masyarakat melalui program-program bantuan secara langsung maupun dengan kegiatan program pemberdayaan masyarakat dan perempuan telah banyak disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Program bantuan langsung dari pemerintah daerah maupun pusat diantaranya Program beras untuk keluarga miskin (Raskin), Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jalan lain menuju kesejahteraan rakyat (Jalinkesra), Sedangkan Program bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan perepuan diantaranya : Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin), Program Pemberdayaan Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Desa Tertinggal (P3DT), Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP).
Besarnya usia produktif  yang ada di Desa Jaddung yaitu 1.092 jiwa merupakan potensi tenaga kerja yang cukup untuk dikembangkan, dan sebagian besar usia produktif tersebut merupakan tenaga tidak terampil yang butuh pembinaan lebih lanjut sesuai dengan bidang yang ditekuni. Kegiatan pemberdayaan perempuan lebih cenderung aktif dalam kegiatan perkumpulan kelompok perempuan diantaranya Muslimat NU, Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, PKK Desa, Kelompok Usaha Simpan Pinjam.

2.3.4        Kesehatan Masyarakat
Kesehatan sebagai tolak ukur utama terhadap keberhasilan pembangunan taraf hidup masyarakat Desa Jaddung. Berdasarkan data yang ada dimana sarana prasarana kesehatan yang dimiliki oleh Desa Jaddung terdiri atas 1 unit Gedung Poskesdes dan 5 unit posyandu dengan tenaga kesehatan yaitu 1 tenaga bidan yang dibantu oleh 25 kader kesehatan Posyandu. Mengingat kondisi geografis dan mulai memahaminya masyarakat Desa Jaddung terhadap aspek kesehatan, terutama yang berkaitan langsung dengan fisik mereka yang menyangkut kebersihan, dan minimnya fasilitas air bersih maka beberapa penyakit sering terjangkit dimasyarakat dapat ditekan diantaranya : Diare, Gatal-gatal, Muntaber, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
2.3.5        Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan yang mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru dengan sendirinya dan akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan pekerjaan baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistematika sosial dan pola sosial individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju. Di lihat dari Tabel 2.3.5 yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Jaddung.
Tabel 2.3.5
Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Jaddung Tahun 2017.

No
Pendidikan
L
P
Jumlah
Prosentase (%)
1
Belum/Tidak Sekolah



15,33%
2
Tidak Tamat SD



36,9%
3
Tamat SD



36,57%
4
Tamat SLTP



21,61%
5
Tamat SLTA



8,94%
6
Diploma I/II



0,36%
7
Akademi/Diploma III



0,44%
8
Diploma IV/Strata I



0,82%
9
Strata II
2
0
2
0,04%
Jumlah
2.423
2.540
4.963
100%
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2017
Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Jaddung kebanyakan penduduk hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level  tidak tamat pendidikan dasar 36,9% dan Pendidikan Menengah SLTP dan SLTA 21,61%. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 1,66%. Dari data di tabel, diketemukan fakta yang menarik yaitu jumlah laki-laki terdidik prosentasenya lebih rendah dibandingkan dengan perempuan, dalam prosentasenya laki-laki terdidik sebesar 3074% sedangkan perempuan 31,80 %.
Proporsi perempuan dapat mengenyam pendidikan berdasarkan jenis kelamin dibandingkan dengan dengan total jumlah penduduk yang tercatat di bulan Januari 2013 adalah sebagai berikut : Perempuan Tamat SD 19,22%; SLTP 7,03%; SLTA 3,69%;. Sementara perempuan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi lebih sedikit dibandingkan laki-laki yaitu 0,80% berbanding 1,60%. Apabila dibandingkan dengan jumlah masing-masing jenis kelamin yang mendapatkan pendidikan, maka yang dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi adalah sebagai berikut : laki-laki 31,81% dan perempuan  30,74%. Seperti yang ditampilkan dalam pembahasan sebelumnya yaitu jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin, tercatat jumlah perempuan usia produktif antara 20-49 tahun ada 48,58% dari jumlah total penduduk 2.248 jiwa. Dari jumlah tersebut yang tamat SLTA dianggap usia terendah 20 tahun berjumlah 9,25%.
2.3.6        Mata Pencaharian
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Jaddung dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang pencaharian seperti : Petani, Buruh Tani, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Karyawan Swasta, Perdagangan, Pedagang, Pensiunan, Transportasi, Konstruksi, Buruh Harian Lepas, Guru, Nelayan, Wiraswasta yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan konstribusi terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Desa Jaddung. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel 2.3.6
Tabel 2.3.6
Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Jaddung Tahun 2017.

No
Macam Pekerjaan
L
P
Jumlah
Prosentase (%) dari Jumlah Total Penduduk
1
Petani/Pekebun
1.925
1.800
3725
27,80%
2
Buruh Tani
230
195
425
0,13%
3
Pegawai Negeri Sipil
14
9
23
1,02%
4
Karyawan Swasta
34
5
39
1,73%
5
Perdagangan
29
18
47
2,09%
6
Pedagang
11
16
27
1,20%
7
Pensiunan
2
7
9
0,40%
8
Transportasi
17
0
17
0,76%
9
Konstruksi
10
0
10
0,44%
10
Buruh Harian Lepas
1
1
2
0,09%
11
Guru
7
3
10
0,44%
12
Nelayan
9
0
9
0,40%
13
Wiraswasta
122
27
149
6,63%
Jumlah




Sumber : Data survey Potensi Ekonomi Desa Jaddung, Januari Tahun 2017
Berdasarkan data tersebut diatas teridentifikasi, di Desa Jaddung jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian adalah 43,15%. Dari jumlah tersebut, kehidupan penduduk yang bergantung pada sektor pertanian yaitu 27,93% dari jumlah total  penduduk.
Jumlah ini terdiri dari Petani terbanyak dengan 64,43% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 27,80% dari jumlah total penduduk. Selain sektor mata pencaharian yang diusahakan sendiri, penduduk Desa Jaddung ada yang bekerja sebagai aparatur pemerintahan, pegawai perusahaan swasta yang merupakan alternatif pekerjaan selain sektor Pertanian.
2.3.7        Agama
Dalam perspektif agama, masyarakat di Desa Jaddung termasuk dalam kategori masyarakat yang homogeny. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Jaddung beragama Islam. Secara cultural, pegangan agama ini didapat dari hubungan kekeluargaan ataupun kekerabatan yang kental diantara mereka. Selain itu perkembangan agama berkembang berdasarkan turunan orang tua ke anak ke cucu. Hal inilah membuat Islam mendominasi agama di Dusun-Dusun Jaddung. Informasi yang diperoleh melalui wawancara mendalam dari tokoh-tokoh tua, bahwa selama ini pola-pola hubungan antar masyarakat masih banyak dipengaruhi oleh kultur organisasi Islam, Seperti Nahdatul Ulama (NU).
Tabel 2.3.7
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
Desa Jaddung Tahun 2017
No
Agama
L
P
Jumlah
Prosentase (%)
1
Islam
2.422
2.540
4962
99.9%
2
Katholik
0
0
0

3
Kristen
1
0
1
0,01%
4
Hindu
0
0
0

5
Budha




Jumlah
2.423
2.540
4.963
100%
Sumber : Data survey sekunder Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Januari Tahun 2017
Dari tabel 2.3.7 tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Jaddung sebagian besar beragama Islam. Islam sebagai agama mayoritas mendominasi seluruh Dusun yang ada Di Desa Jaddung.

2.3.8        Pemuda dan Olah Raga
Upaya peningkatan kualitas generasi muda yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, patriotik, demokratis dan mandiri, memiliki kepekaan dan kepedulian sosial, mempunyai minat dan semangat kewirausahaan, berdaya saing dan unggul dalam berprestasi, mampu mengaktulisasikan segala potensi, bakat, dan minatnya serta terhindar dari bahaya destruktif.
Dalam usaha peningkatan kualitas generasi muda andil pemerintah desa sangat diperlukan dalam usaha memperlancar dan mempermudah para pemuda usia kerja tidak menjadi pengangguran sekaligus mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan baru, jika ini terjadi maka yang berkembang bukan kecenderungan mencari lapangan kerja melainkan sebaliknya, justru akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Salah satu usaha menumbuhkan budaya berprestasi di bidang olahraga dan jiwa kewirausahaan di masyarakat yaitu melalui pendidikan dimasyarakat dengan sarana dan prasarana olah raga serta kegiatan kepemudaan yang ada. Kegiatan pemuda yang ada di Desa Jaddung diantaranya kegiatan Ikatan Mahasiswa Jaddung (IMP), Persatuan Sepak Bola Jaya Utama, Persatuan Sepak Bola Jaddung (PSP), Kelompok Musik Tradisional Surya Bumi Sumekar (SBS), Kelompok Musik Tradisional Petir Segoro.

2.3.9        Budaya dan Pariwisata
Prespektif Budaya Masyarakat di Desa Jaddung sangat kental dengan budaya Islam. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Sumenep sangat kuat terpengaruh pusat kebudayaan Islam yang tercermin dari keberadaan Pondok Pesantren-Pondok Pesantren yang ada di Sumenep.Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam.
Perspektif budaya masyarakat di Desa Jaddung masih sangat kental dengan budaya ketimurannya. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Agama Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankan sangat kental dengan tradisi budaya ketimuran.
Tradisi budaya ketimuran sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada dimasyarakat, terutama Agama Islam dipeluk mayoritas masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan tahun baru Hijriyah dengan melakukan do,a bersama dimasjid dan mushalla-mushalla.
Contoh yang lain adalah ketika menjelang Ramadlan masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan/makam orang tuanya maupun kerabat dan para leluhurnya untuk dibersihkan dan setelah itu melakukan tahlilan bersama dimasjid dan mushalla kemudian makan bersama saat itu juga. Contoh yang lain lagi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperingati di masjid-masjid dan mushalla dan ada juga yang diperingati dirumah warga yang kehidupannya sudah diatas cukup. Biasanya pada peringatan ini masyarakat menyediakan berbagai macam hidangan yang berupa buah-buahan dan makanan serta membuat nasi tumpeng dll.
Secara individual didalam keluarga masyarakat Desa Jaddung, tradisi ketimuran dipadu dengan Agama Islam juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim do’a untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kenalan yang istilah populernya diberi nama KOULEMAN / KONDANGAN. Kolonan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh harinya keluarga yang ditinggal mati, yang disebut TAHLILAN. Selanjutnya hari ke empat puluh/pa’pholo, hari ke seratus/nyatos dan seribu harinya/nyebuh perhitungan tanggal kegiatan menggunakan penanggalan jawa.
Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Desa Jaddung juga masih berjalan disebut PELET BETTENG ketika kandungan ibu menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersamaan kehalaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin kemudian setelah selesai cewok tersebut dilempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terlentang maka ada kemungkinan anaknya perempuan, tetapi jika posisinya sebaliknya maka diyakini kalau anaknya akan lahir laki-laki.
Tetapi yang harus diwaspadai adalah muncul dan berkembangnya pemahaman keyakinan terhadap agama ataupun kepercayaan tidak berakar dari pemahaman terhadap tradisi dan budaya masyarakat yang sudah ada. Hal ini mulai mengakibatkan munculnya kerenggangan sosial dimasyarakat dan gesekan antara masyarakat. Meskipun begitu sudah ada upaya untuk mengurangi gesekan yang ada di masyarakat dengan cara persuasif.
Aspek pemberdayaan masyarakat (Community Empowering) masyarakat local merupakan prioritas dalam pengembangan sosial budaya yang ada di masyarakat. Proses pemberdayaan masyarakat yang utama adalah mengembangkan dan mempertahankan setiap partisipatif masyarakat dalam proses pembangunan. Pengembangan pariwisata di wilayah Desa Jaddung masih belum memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Sedangkan potensi yang ada dan berpeluang dikemangkan sebagai obyek wisata adalah wisata alam pesisir dan hutan konservasi/hutan bakau.
2.3.10    Dinamika Politik
Seiring dengan perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam dinamika politik, memang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Jabatan Kepala Desa sejak lama ditentukan dengan cara dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa Jaddung. Biasanya bagi para calon Kepala Desa yang akan ikut pemilihan adalah orang yang punya kaitan dengan elit lama desa tersebut, missal anak kepala desa terdahulu atau turunan dan keluarga. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak desa-desa bahwa jabatan Kepala Desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Ini yang biasa disebut Pulung –dalam khasanah Jawa bagi keluarga-keluarga tersebut.
Kepala Desa merupakan suatu jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada putra seorang kepala Desa. Kepala Desa dipilih berdasarkan etos kerja, kejujuran  serta kedekatan dengan warga sekitar. Seorang Kepala Desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika seorang kepala desa melakukan hal-hal yang melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Kepala Desa juga bisa diganti jika berhalangan tetap.
Saat ini, siapa saja yang merasa mampu meskipun dari latar belakang apapun asal berani mencalonkan diri, bisa menjadi calon kepala desa, tentu dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundang-undangan yang berlaku. Pilihan jabatan Kepala Desa terakhir yang dilaksanakan pada bulan Desember 2009. Pada pilihan kepala desa saat itu tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi . Tercatat jumlah hak pilih sebanyak 1.516 pemilih, dari jumlah itu sebanyak 1.350 orang menggunakan hak pilihnya dengan dua calon kepala desa yang mengikuti pemilihan tersebut. Pilihan kepala desa bagi masyarakat Desa Jaddung bagaikan acara perayaan desa.
Pada tahun yang sama di bulan Juni, warga masyarakat Desa Jaddung juga terlibat dalam mengikuti pemilihan Kepala Daerah Provinsi. Saat itu tercatat jumlah pemilih yang mempunyai hak pilih sebesar 1.650 orang. Sebanyak 1250 orang yang mengunakan hak pilihnya. Pemilihan gubernur diikuti oleh lima calon orang.
Paska semua kegiatan pemilihan situasi kembali berjalan normal, masyarakat tidak terus-menerus tersekat-sekat dalam kelompok-kelompok pilihannya. Hal ini terbukti kehidupan tolong menolong maupun gotong royong maupun gotong royong tetap berjalan dengan baik.
Pola kepemimpinan di Desa Jaddung dalam pengambilan keputusan berada di tangan Kepala Desa. Namun semua dilakukan dengan mekanisme yang melibatkan pertimbangan dari masyarakat. Keterwakilan masyarakat ditingkat desa, diwadahi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga di tingkat desa. Untuk menjadi anggotanya harus melalui mekanisme pilihan langsung. BPD berfungsi sebagai Badan Perwakilan warga masyarakat desa yang bertugas mirip dengan legislatif. Kebijakan-kebijakan pemerintahan desa harus mendaptkan persetujuan dari BPD. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di wilayah Desa Jaddung mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Didalam dinamika politik nasional masyarakat Desa Jaddung tidak terlalu antusias dimana pada Pemilu Umum (PEMILU) Nasional tahun 2009 dalam catatan pemerintah desa jumlah orang yang mempunyai hak pilih 1650 orang. Tetapi yang menggunakan hak pilihnya hanya 65 % atau 1072 orang. Meskipun begitu masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan hatinya tanpa ada paksaan. Hal ini bisa dilihat dalam distribusi suara pemilih, hamper semua partai peserta pemilu mendapatkan suara, hanya ada satu partai saja dari 15 partai peserta pemilu yang sama sekali tidak mendapatkan suara.
Berdasarkan diskripsi dari beberapa fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Jaddung mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat dengan baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan system politik demokratis ke dalam kehidupan politik local. Tetapi minat terhadap politik nasional terlihat kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Jaddung kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

No comments:

Post a Comment