Monday, August 8, 2016

Produk Kripik Jagung




Pelatihan Teknik Pengolahan, Pengemasan dan Pemasaran Produk Kripik Jagung
Jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat melimpah di Desa Jaddung. Pemanfaatan jagung tersebut belum maksimal karena biasanya hanya hasil panen jagung dijual ke pengepul dengan harga Rp 4.000/kgatau dijual ke pasar dalam bentuk beras jagung. Masyarakat Jaddung biasanya memanfaatkan daun jagung, batang jagung, dan kulit jagung untuk pakan ternak, sedangkan bonggol jagung serta rambutnya dipakai bahan pengganti kayu bakar untuk memasak.
Pelaksanaan pelatihan teknik pengolahan, pengemasan, dan pemasarankripik jagung adalah suatu kegiatan yang memanfaatkan potensi alam yang ada di Desa Jaddung. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap tanggal 26, 28, 30, 31 Juli 2016 di Aula RA Ar-Rahmah dan Rumah Ibu Kepala Desa. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga, wali murid PAUD dan RA Ar-Rahmah serta jama’ah Muslimat yang ada di Desa Jaddung, Pragaan, Sumenep. Puncak dari acara ini berlangsung pada tanggal 31 Juli 2016 yang mendatangkan pemateri Dosen Agribisnis dari Universitas Trunojoyo Madura yaitu Ibu Dr. Teti Sugiarti. Manfaat dari kegiatan ini dapat membantu memberikan pengetahuan atau informasi mengenai jagung yang bisa dikreasikan menjadi berbagai macam produk olahan makanan, salah satunya adalah kripik jagung. Kegiatan ini juga bermanfaat untuk membantu meningkatkan perekonomian warga desa melalui pemanfaatan jagung.
Dampak adanya pelatihan teknik pengolahan, pengemasan, dan pemasaran kripik jagungini di harapakan dapat menjadi lahan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk meluangkan waktunya membuat olahan dari jagung tersebut yang salah satunya berupa kripik jagung. Sehingga ini dapat membantu perekonomian ibu-ibu dengan adanya pelatihanteknik pengolahan, pengemasan, dan pemasaran kripik jagung yang akan menjadi produk unggulan yang ada di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep.
Namun  kendala dalam pembuatan kripik jagung ini pada saat pelatihan adalah minimnya peralatan yang dimiliki oleh ibu – ibu di desa ini, selain itu sulitnya mengumpulkan atau mengajak ibu-ibu untuk menyelenggarakan pelatihan kripik jagung, karena banyak dari ibu-ibu di desa ini yang bekerja sebagai petani di sawah sehingga mereka banyak melakukan kegiatan di sawah.

1 comment: