Monday, August 8, 2016

Sejarah Desa Jaddung


  Sejarah Pemerintahan Desa
S
ejarah Pemereintahan Desa Jaddung sejak semula merupakan suatu pemerintahan yang ada sejak jaman kerajaan, yang dipimpin oleh seorang Demang. Sesuai dengan keadaan dan kondisi masyarakat,maka wilayah pemerintahan terdiri atas 5 dusun yaitu : 1. Dusun Ketapang, 2. Dusun Tojun, 3. Dusun Galis, 4.Dusun Malakah, 5. Dusun Bulu.
            Dimulai secara administrasipemerintahan Desa Jaddung belum ada kejelasan tahun kapan pemerintahan yang di pimpin oleh Pangeran Sumo yang merupakan utusan Raja Keraton Sumenep. Pada saat itulah penduduk/masyarakat  mulai diajak bermusyawarah mengenai tata cara membangun serta mengubah 5 perkampungan menjadi satu desa. Karena masih terkait sejarah wilayah selatan di beri nama Desa Jaddung. Pada kepemimpinannya mulai dibuka jalan utama yang pada saat ini menjadi jalan propinsi. Maka saat itulah masyarakat diajak musyawarah mengenai tata cara membangun desa. Dan pada waktu itu pemerintahannya masih belum ada perkembangan karena masa penjajahan pemerintah Belanda.
            Beberapa tahun kemudian kepemimpinan Penembahan Sumo diganti oleh kepala desa Singotruno Matrawi yang merupakan saudara kandung dari kepala Desa Jaddung yang bernama Singorames alias Rama Sunno ± tahun 1950 dimana pada pemerintahan saat itu masih mengikuti pola pemerintahan Kerajaan Sumenep.
            Selang beberapa waktu kemudian kepemimpinan Singotruno Matrawi diteruskan oleh putra beliau yang bernama Syamsuddin yang menjabat selama 22 tahun. Pada masa pemerintahan beliau sudah mengalami kemajuan baik dibidang pemerintahan maupun dibidang pembangunan.
            Setelah itu kepemimpinan Desa Jaddung digantikan oleh Mukri yang terpilih melalui pemelihan kepala desa pada tahun 1990. Selama 8 tahun menjabat, Murki melakukan terobosan-terobosan seperti Rokat Desa, Pembuatan jalan poros desa, dan penanaman pohon akasia disepanjang jalan. Pada tahun 1999 diadakan pemilihan kepala desa kembali yang diikuti oleh 3 calon yaitu : 1. Ah. Ramoki 2. Suyyadi 3. Mukri. Pada saat itu masyarakat sudah mengerti politik sehingga mereka bisa memilih mana calon yang dianggap mampu memimpin Desa Jaddung kedepan. Dan akhirnya terpilihlah Ah. Ramoki. Pada masa kepemimpinan beliau sistem pemerintahan berjalan sesuai prosedur dan keinginan masyarakat.
            Masa jabatan kepala desa Ah. Ramoki berakhir pada tanggal 27 Maret 2013. Kepala Desa Jaddung menggelar pemilihan kepala desa yang dilaksanakan serentak sekabupaten Sumenep. Pelaksanaan pemilihan tersebut dilaksanakan pada hari senin tanggal 13 Mei 2013. Dalam pelaksanaan pemilihan kepala Desa Jaddung diikuti 2 calon yaitu : 1. Sukriswan 2. Kusnadi, akan tetapi karena ada salah satu calon yang tidak memenuhi persyaratan admisitrasi akhirnya panitia memutuskan calon kepala desa yang berhak dipilih hanya satu orang yaitu saudara Kusnadi.
            Diawal-awal kepemimpinannya sistem pemerintahan dan pembangunan di Desa Jaddung berjalan sukses dan lancar, bahkan beliau membuat gebrakan-gebrakan besar yang membuat Desa Jaddung semakin termasyhur diseantero Kabupaten Sumenep.

  Sejarah Pembangunan Desa
Pembangunan infrastruktur berjalan dengan lancar, seperti pengaspalan jalan poros desa, jalan dusun, pengerasan jalan, pembuatan jalan-jalan baru untuk mempermudah sekaligus memperlancar roda perekonomian masyarakat, pavingisasi, rabat beton, bantuan keuangan untuk masjid dan musholla, organisasi, pos kamling, bantuan modal usaha kelompok wanita tani, penanaman hutan bakau pantai Desa Jaddung, bantuang sarung untuk LINMAS, guru ngaji, RT Dan RW. Distribusi raskin lancar diterima setiap bulan. Kerjasama antar intern perangkat desa, dengan BPD, dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama adalah bagian dari komitmennya untuk membangun desa.

No comments:

Post a Comment