Sunday, August 13, 2017

PROGRAM KERJA MAHASISWA



PROGRAM KERJA MAHASISWA


PELATIHAN PEMBUATAN SELAI SIWALAN









Jaddung merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumenep yang berpotensi dalam pengembangan usaha perkebunan siwalan. Pohon siwalan banyak dijumpai hampir di seluruh wilayah Desa Jaddung. Akan tetapi pemanfaatan buah siwalan oleh masyarakat masih terbatas dinikmati secara langsung atau sebagai campuran minuman. Warga Desa Jaddung pun jarang yang memanfaatkan buah ini, dengan alasan sulitnya pengambilan buah karena bentuk pohonnya yang tinggi. Selain itu, harga jual buah siwalan umumnya tergolong rendah yaitu Rp.1000-Rp.2000 tiap bungkusnya. Sehingga hanya sebagian orang saja yang berani dan ingin menambah pendapatan yang memanfaatkan buah ini. Orang-orang yang ingin mengambil buah siwalan di desa ini dapat dengan mudah mengambilnya asal dengan persetujuan warga setempat dan tidak perlu biaya khusus untuk membelinya.
Berdasarkan kondisi di atas, kami KKN 03 UTM menyumbangkan ide kepada masyarakat Desa Jaddung agar memanfaatkan buah siwalan menjadi suatu olahan baru yaitu selai siwalan. Dengan adanya inovasi baru dari buah siwalan dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga Desa Jaddung sehingga nilai manfaat dan nilai jual dari buah siwalan meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kegiatan pelatihan pembuatan selai siwalan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 27 Juli 2017 bertempat di Balai Desa Jaddung. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu Dhasa Wisma Dusun Ketapang. Dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi pengetahuan baru bagi ibu-ibu agar dapat membuat selai dengan bahan dasar buah siwalan. Kebanyakan selai pada umumnya berbahan dasar nanas atau strawberi yang bahan dasarnya relatif lebih mahal dibandingkan siwalan. Sehingga produk ini nantinya diharpkan dapat menjadi alternatif pengganti selai-selai pada umumnya.
Antusiasme peserta sangat tinggi terhadap kegiatan ini, terbukti dari banyaknya pertanyaan seputar pembuatan selai siwalan hingga peserta ikut terjun langsung dalam pembuatan selai siwalan bersama mahasiswa KKN. Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa ingin sekali mencoba membuat selai siwalan di rumah dan akan menambahkannya pada usaha roti bakarnya. Semoga kegiatan ini dapat diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Jaddung kedepannya.



PELATIHAN PEMBUATAN STIK KACANG












Jaddung-Pragaan merupakan wilayah yang masih alami, dimana masih banyak kami temui tanaman-tanaan yang banyak dikonsumsi masyarakatnya, misalnya pohon kelapa, pohon siwalan, ketela pohon, kacang tanah, dan tanaman obat-obatan lainnya. Dengan kondisi perkebunan yang luas, mereka menanami tanaman pangan untuk mencukupi kebutuhan masyarakatnya sehari-hari, banyak produsen yang membeli bahan pangan disini, namun dengan harga yang relatif murah dibanding dengan daerah-daerah lain. Sehingga dari proses penanaman hingga perawatan tidak sebanding dengan hasil penjualan / uang yang di dapat dari penjualan tersebut. Alasan Pelatihan Stick Kacang Tanah ini karena di Ds jaddung mayoritas petaninnya lebih banyak menanam kacang tanah, namun kebanyakan masyarakat hanya menyimpan kacang sebagai makanan sehari-hari dan menyimpannya di gudang, tanpa mengolahnya dengan inovasi baru.
Maka kami KKN 03 memikirkan bagaimana agar masyarakat Ds Jaddung ekonominya dapat terangkat sedikit-demi sedikit setiap panen datang, kami berinovasi dengan menciptakan produk unggulan dengan bahan baku kacang tanah. Kami berinovasi untuk membuat stick, yang terbuat dari kacang tanah, yang biasa disini disebut ladranng. Bedannya hanya dari pemberian kacang tanah dalam adonannya, dan stick kacang cenderung mempunyai rasa gurih dan renyah. Pembuatan stick kacang menggunakan bahan baku yang sangat terjangkau untuk masyarakat.
Pelatihan stick kacang dilakukan dirumah Bapak Klubun Ds Jaddung, dengan dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga. Pelatihan ini berjalan dengan sangat baik, dimana para ibu-ibu rumah tangga sangat antusias dalam menyambut kami untuk mempresentasikan pembuatan stick kacang. Tak lupa mereka juga ikut membantu kami dalam pembuatannya, mulai dari pengadonan bahan baku, penggilingan adonan, sampai penggorengan adonan stick kacang. Mereka beropini belum pernah membuat sebelumnya, dan ingin membuatnya untuk cemilan sehari-hari. Karena menurut mereka rasannya sangat enak dan disukai anak-anak keci sampai orang lansia. Selain itu mereka baru tahu bahwasannya kacang tanah juga mempunyai berbagai manfaat baik bagi tubuh.


PELATIHAN PEMBUATAN BANTAL BERAROMA TERAPI (J-COCO PILLOW)






Kelapa merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Hampir 70% masyarakat Desa Jaddung memiliki kebun kelapa. Sabut kelapa yang dihasilkan biasanya tidak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sehingga berakhir sebagai limbah. Padahal sabut kelapa merupakan bagian paling besar yaitu 35% dari total berat buah kelapa tersebut. Kesadaran masyarakat setempat akan produk-produk berbahan alam yang ramah lingkungan dirasa kurang. Sehingga perlu diadakan pelatihan pengolahan limbah sabut kelapa menjadi suatu produk yang bernilai jual yaitu pembuatan bantal sabut kelapa beraromaterapi khas Desa Jaddung yang diberi nama “J-Coco Pillow”. Selain ramah lingkungan produk ini memiliki keunggulan yaitu memiliki efek nyaman dan menenangkan yang dihasilkan dari aroma terapi yang ditambahkan pada sabut kelapa. Program ini memberikan peluang pasar yang cukup tinggi karena belum ada produk sejenis yang dijual di pasaran. Selain itu dengan adanya pembuatan J-Coco Pillow akan membuka lapangan pekerjaan baru masyarakat Desa Jaddung.
Pembuatan bantal dari serabut kelapa ini dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu pertama dengan mengurai serabut kelapa dengan memakai bahan bantuan tangan, yang kedua dengan cara ditumbuk dengan memakai alat bantu palu, dan yang ketiga adalah dengan menggunakan alat mesin. Dalam pembuatan bantal ini alat yang digunakan untuk mengurai serabut kelapa masih dengan cara yang tradisional (mengurai dengan alat bantuan tangan) karena dalam pembelian alat mesin pengurai sangatlah mahal berkisar Rp. 15.000.000 sehingga lebih memilih dengan cara yang tradisional.
Sosialisasi mengenai pembuatan J-Coco Pillow diadakan 2 kali oleh kelompok KKN 03. Pertama dilaksanakan bersama ibu-ibu muslimat di Dusun Bulu, respon masyarakat mengenai program kerja J-Coco Pillow sangatlah baik bahkan mereka semua meminta dari kelompok KKN 03 untuk membuatkannya satu persatu.  Yang kedua dilaksanakan di Dusun Ponjun Desa Jaddung Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep bersama dengan salah satu tokoh PERHUTANI (Bapak Rifa’i), petani, pengasuh dan juga siswa-siswi Mts dan MA Albaro’ah, respon dari pemaparan yang kedua ini juga mendapatkan respon sangat baik, bapak Rifa’i menyatakan bahwa akan terus diadakan pelatihan dengan perantara siswa-siswi Mts, MA Albaroah.


SOSIALISASI PERNIKAHAN USIA DINI


                     




Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang usianya di bawah 17 tahun. Dampak negatif dari pernikahan dini adalah kehilangan masa remaja dan dari segi pendidikan mereka kehilangan kesempatan untuk bisa bersekolah dan bermain bersama dengan teman sebaya. Tujuan dari sosialisasi pernikahan dini yaitu untuk memberikan wawasan tentang bahaya pernikahan dini serta membangun motivasi anak-anak Desa Jaddungagar mereka lebih berani bermimpi untuk masa depan mereka sehingga mereka akan lebih giat dan lebih semangat belajar untuk bisa mewujudkan impian-impian serta harapan mereka.
Sosialisasi tentang pernikahan dini diharapkan mampu mendorong  timbulnya kelakuan (belajar), sebagai pengarah akan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan dan sebagai penggerak akan cepat dan lambatnya suatu impian-impian yang diharapkan. Sosialisasi tentang pernikahan dini merupakan salah satu program kerja pendukung yang akan dilaksanakan oleh kelompok KKN 03 Universitas Trunojoyo Madura di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep.
Sosialisasi pernikahan usia dini dilaksanakan di Lembaga Pendidikan (LPI) Arrahmah Jaddung Pragaan Sumenep yang ditujukan untuk kelas 11 dan 12 madrasah aliyah dengan tujuan agar kelak setelah lulus dari madrasah aliyah tidak langsung melakukan pernikahan, namun yang diharapkan dari kelompok KKN 03 adalah tetap melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi dengan melalui beasiswa yang ada di Perguruan Tinggi Negeri, sehingga dalam sosialisasi pernikahan usia dini ini dari KKN 03 berhubungan dengan pihak BKKBN sebagai penyaji dari materi mengenai pernikahan dini, selanjutnya disampaikan motivasi oleh anggota kelompok KKN 03 mengenai solusi dari pencegahan pernikahan usia dini, yaitu tetap melanjutkan proses belajar mengajar hingga Perguruan Tinggi Negeri.
Kakak Aminullah (salah satu pihak BKKBN) sebagai pemateri dalam sosialisasi pernikahan usia dini menyatakan bahwa yang dapat dilakukan pada saat ini adalah PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) dengan tujuan agar ketika sudah berkeluarga tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diharapkan oleh keduanya. Usia perkawinan yang belum matang baik dalam hal ekonomi, pendidikan, sosial, agama dan mental merupakan faktor yang menyebabkan rusaknya sebuah rumah tangga dan inilah yang sedang marak dilakukan oleh remaja saat ini. Sehingga dalam hal ini pendewasaan usia perkawinan benar-benar diperlukan baik itu melalui bidang ekonomi, sosial, agama, pendidikan dan mental sehingga kelak dalam membangun rumah tangga bisa benar-benar harmonis.
Solusi terbaik untuk mengurangi maraknya hal ini yang disampaikan oleh rekan-rekan KKN 03 adalah melanjutnya pendidikan kejenjang selanjtnya yaitu ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Perguruan Tinggi Negeri tidak semata-mata mengeluarkan uang banyak karena didalamnya banyak jalur beasiswa yang bisa didapatkan oleh anak-anak khususnya untuk lulusan dari MA Arrahmah. Dengan melanjutkan ke PTN sehingga anak-anak remaja saat ini bisa lebih dewasa dan matang dalam persiapan untuk pernikahan.
Sosialisasi pernikahan usia dini didalamnya juga bagi-bagi hadiah untuk adek-adek yang aktif bertanya mengenai seluk beluk dari pernikahan usia dini tersebut dan juga pemenang dalam permainan yang diberikan oleh rekan-rekan KKN 03 yaitu permainan JIKA dan MAKA sebagai penyegar dalam acara tersebut agar ketegangan hilang dan terciptalah suasana yang nyaman.



Membantu Pelaksanaan Kegiatan Posyandu






Bidang kegiatan yang dipilih adalah membantu pelaksanaan kegiatan posyandu di balai desa jaddung Pragaan Sumenep. Mahasiswa KKN 03 berkunjung ke posyandu untuk melihat dan membantu ibu – ibu bidan dan kader-kadernya pada kegiatan posyandu. Kegiatan posyandu tersebut dilaksanakan oleh bidan desa. Peserta KKN membantu pelaksanaan penimbangan BB bayi dan pencatatannya serta orang dewasa meliputi BB, tekanan darah, kadar gula dsb.

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Jadwal membantu pelaksanaan kegiatan posyandu :
Waktu dilaksanakannya membantu pelaksanaan kegiatan posyandu
Hari selasa   08.00 – 11.00 WIB di Balai Desa Jaddung Pragaan Sumenep

Bidang Sosial yang kami maksud disini adalah membantu pelaksanaan Program Posyandu. Dalam pelaksanaan kegiatan ini kami sangat senang karena mendapat respon positif dari masyarakat, dan masyarakat sangat antusias. Kegiatan posyandu ini diutamakan kepada anak-anak, ibu hamil dan lansia. Anak-anak tersebut diperiksa keadaan gizi mereka dan ditimbang sedangkan ibu hamil diperiksa kondisi kandungannya serta lansia diperiksa apakah mereka sakit linu-linu. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan semua masyarakat, kegiatan ini juga dibantu oleh bidan desa yang ada di pragaan tersebut.

Kegiatan sosial yang dijalankan dengan tanggung jawab dan kerjasama kelompok beserta menjadikan kegiatan ini berjalan lancar sesuai dengan rencana sehingga tidak ada kegiatan yang tidak terlaksana.


Lomba Perayaan HUT RI

  


Perayaan HUT RI adalah perayaan yang dilaksanakan setahun sekali guna untuk mengenang jasa para pahlawan. Perayaan HUT RI ini diramaikan dengan macam-macam lomba seperti lomba mewarnai, lomba lari kelereng, lomba memasukkan paku dalam botol, lomba makan krupuk, lomba lari nampan, dan lomba tarik tambang. Perlombaan diadakan dengan tujuan untuk memperingati hari kemerdekaan republik indonesia yang ke-72, mempererat tali silaturrahmi dengan masyarakat desa Jaddung, meningkatkan  semangat juang dalam meraih prestasi diantara anak-anak desa Jaddung, memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba diantara anak-anak, mempererat rasa persatuan dan kesatuan semua warga masyarakat desa Jaddung dan untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan pahlawan. Kegiatan yang kami lakukan sesuai dengan tujuan yaitu untuk memeriahkan dan memperingati hari kemerdekaan republik indonesia dan juga menjadi kegiatan akhir dalam program kerja kelompok kami kemudian ditutup dengan malam penutupan atau malam inagurasi yang dimeriahkan oleh musik gambus.
Lomba-lomba yang diselenggarakan oleh kelompok KKN 03 setiap lomba sasaran peserta dan lokasinya berbeda-beda. Kegiatan lomba-lomba dilakukan selama 5 hari mulai hari mulai tanggal 6-10 Agustus. Lomba yang pertama yaitu lomba mewarnai pesertanya adalah murid-murid RA Arrahmah mulai dari kelas A1, A2, B1, B2. Dalam perlombaan ini panitia menyediakan kertas yang sudah ada  gambanya. Gambar yang dibagikan setiap kelas  memiliki tingkat kerumitan yang tidak sama menyesuaikan tingkatan kelas. Lomba ,mewarnai ini dilaksanakan pada 6 agustus 2017 waktu pelaksanaan sekitar 1 jam mulai pukul 08.00 – 09.00 WIB yang berlokasi di ruang kelas RA Arrahmah masing-masing. Lomba mewarnai yang diadakan oleh KKN 03 disambut baik oleh dan antusias oleh bapak dan ibu pengajar, orang tua siswa, dan murid-murid RA Arrahmah. Lomba yang kedua yaitu lomba lari kelereng pesertanya ibu-ibu wali murid RA Arrahmah. Lomba dilakukan pada 6 agustus 2017 yang berlokasi di halaman RA Arrahmah. Lomba yang ketiga yaitu lomba memasukkan paku dalam botol pesertanya anak-anak desa jeddung usia MI baik laki-laki maupun perempuan. Lomba dilaksanakan di halaman lembaga Arrahmah pada sore hari mulai dari pukul 14.30 – 16.30. Lomba yang keempat yaitu lomba makan krupuk pesertanya anak-anak desa jeddung  yang dilaksanakan pada 7 agustus 2017 di halaman RA Arrahmah. Lomba yang kelima adalah lomba lari nampan pesrtanya ibu-ibu wali murid RA Arrahmah yang dilaksanakan di halaman RA Arrahmah pada 8 agustus 2017. Lomba yang keenam adalah lomba tarik tambang peserta bapak-bapak desa jeddung yang dilaksanakan di lapangan sebelah rumah pak kades selama 3 hari 8 - 10 agustus 2017. Kemudian pada tanggal 11 agustus 2017 dilanjutkan dengan acara jalan – jalan sehat yang diikuti seluruh masyarakat desa jaddung mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Lokasinya bertepatan di Lapangan barat rumah pak Kepala Desa. Acara dimulai pada pukul 06.00 sampai 09.00 pagi. Dan malam harinya yaitu dilanjutkan dengan malam inagurasi atau penutupan KKN 03 Universitas Trunojoyo Madura. Kegiatan berlangsung dimulai pada jam 19.30 sampai dengan 24.00 wib yang dimeriahkan oleh musik gambus Al-Zaffran.
Adapun faktor penunjangnya adalah terselenggaranya acara dengan aman dan tertib karena adanya antusias yang tinggi dan partisipasi seluruh masyarakat desa Jaddung. Faktor penghambatnya adalah untuk jenis lomba yang sasaran pesertanya ibu-ibu sulit dikondisikan karena faktor kurang percaya diri. 


SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAUN KELOR



 


Kelor merupakan salah satu tanaman yang berpotensi di Desa Jaddung, terutama di Dusun Ponjun. Keberadaan pohon ini melimpah dan biasanya hanya digunakan sebagai tanaman pagar dan belum banyak dimanfaatkan kecuali sebagai sayuran. Di dalam daun kelor mengandung berbagai unsur antara lain yaitu karbohidrat 12,5%, protein hampir 7%, Vitamin A, B1, B2, C, Kalsium, Kalium dan berbagai mineral lainnya. Selain itu, daun kelor juga memiliki kandungan unsur Nitrogen yang tinggi. Kita telah mengetahui bahwa unsur N adalah salah satu unsur dominan yang diperlukan tanaman di masa-masa pertumbuhan. Untuk itu, kami mahasiswa KKN 03 UTM menyumbangkan suatu inovasi baru di dunia pertanian dengan memanfaatkan daun kelor menjadi Mikroorganisme Lokal (MOL).
Mikroorganisme Lokal (MOL) daun kelor merupakan larutan hasil proses fermentasi dari berbagai jenis bahan-bahan organik termasuk daun kelor. MOL merupakan salah satu cara memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dijadikan sebagai pupuk organik cair sehingga tidak merusak lingkungan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan MOL daun kelor ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 7 Agustus 2017 bertempat di Ruangan Madrasah Aliyah Baro’ah Dusun Ponjun. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari petani, guru, dan siswa MTs serta MA Baro’ah Dusun Ponjun. Kegiatan ini diharapkan dapat menyentuh seluruh elemen masyarakat baik petani sebagai agen yang terlibat langsung dalam dunia pertanian, maupun siswa-siswi sebagai generasi muda yang dapat mengembangkan dan menularkan ilmu yang diperoleh. Dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi pengetahuan baru bagi para petani untuk kembali menggunakan bahan-bahan alam (back to nature). MOL daun kelor ini dapat mengurangi solusi untuk mengurangi dampak  negatif dari penggunaan pupuk-pupuk kimia yang dapat merusak tanah maupun tanaman.
Kegiatan ini mendapat respon yang positif baik dari siswa maupun petani. Peserta pelatihan berpartisipasi aktif dalam mengikuti praktek pembuatan MOL daun kelor tersebut. Selain itu, peserta juga mengajukan berbagai pertanyaan dan saran tentang pembuatan MOL daun kelor ini. Mulai dari cara pembuatan sampai aplikasi langsung ke lahan. Salah satu petani mengakui bahwa kegiatan ini mempunyai manfaat langsung bagi masyarakat karena proses pembutannya dan bahan-bahan yang digunakan mudah didapat sehingga setelah kegiatan ini para petani ingin mencoba dan menerapkannya langsung. 


ENGLISH FANS CLUB
(EFC)


Program kerja efc, merupakan kegiatan yang di lakukan oleh kelompok 03 kkn universitas Trunojoyo Madura 2017 untuk mengajarkan dan menyebarluaskan pengetahuan anak atau sisa dalam memahami dan belajar bahasa inggris. Bahasa inggris dalam fungsinya untuk berkomunikasi dengan dunia luar di seluruh dunia, oleh karena itu dalam kegiatan ini kami berusaha agar murid-murid yang kami bimbing bisa belajar dan mengenal bahasa inggris dengan baik dan bermanfaat bagi mereka.
Dalam melakukan kegiatan ini, sasaran utamanya adalah anak usia sekolah dasar. Anak sekolah dasar dipilih karena dalam masa ini anak cenderung aktif dan selalu mencoba untuk memiliki pengetahuan baru bagi mereka. Kegiatan yang kami lakukan berada di dusun Ponjun, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jaa Timur, yang bertempat di MI Al-Ihsan dan berfokus pada anak kelas satu dan dua.
Kegiatan ini kami lakukan mulai dari rentang tanggal 25 Juli hingga 10 Agustus 2017 yang dilakukan setiap hari selasa dan kamis. Dalam kegiatan ini pembimbing meminta aktu setelah pulang sekolah atau setelah bel pelajaran terakhir berbunyi, agar tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar siswa.
Para peserta didik sangat semangat dan interaktif dengan pembimbing, walaupun mereka kesulitan dalam memahami makna dan cara belajar membaca bahasa inggris dengan benar. Meski demikian rasa penasaran dari anak-anak didik kami sangat tinggi sehingga saat proses pembelajaran mereka tidak merasa lelah alau jam makan siang mereka terpotong. Namun dengan cara pembaaan para pemateri bisa membuat para peserta didik menjadi lebih tertata dan sesuai alur yang diinginkan.

Daftar Potensi dan Masalah Desa



Daftar Potensi dan Masalah Desa
DAFTAR MASALAH DAN POTENSI DARI POTRET DESA
                               
NO
MASALAH
POTENSI
1
Terdapat anak yang tidak bersekolah karena orang tuanya tidak mampu
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Anak-anak usia sekolah
2
Tidak jelasnya batas-batas tanah sebagian milik warga sehingga sering terjadi percekcokan antar warga. Untuk melakukan sertifikasi tanah mereka tidak punya biaya.
-    Lokasi
-    Pemilik lahan
3
Lahan tambak garam yang berpotensi sebagai usaha perikanan tidak dimanfaatkan pada musim hujan oleh masyarakat
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Petambak
4
Kurang dimanfaatkannya rumput dan dedaunan pada musim hujan.
-    Lokasi
-    Peternak/warga
5
Warga miskin dusun Ketapang, Ponjun, Galis, Malakah dan Bulu kurang dalam mata pencahariannya
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
6
Pencemaran udara di sebagian dusun yang disebabkan oleh kebiasaan warga membuang kotorannya disembarang tempat
-    Lokasi
-    Tenaga kerja

7
Sebagian jalan desa gelap di malam hari sehingga masyarakat takut untuk beraktivitas pada malam hari.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
8
Perbatasan antara desa Jaddung dengan desa sebelah (Desa Pakamban Daya, Desa Pakamban Laok, Desa Pragaan Daya dan Desa Pragaan Laok) tidak ada tugu pembatas sehingga pendatang dari luar desa/kota kebingungan untuk masuk ke desa Jaddung.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja

9
Sulitnya kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari bagi warga yang tidak mampu.
- Warga miskin
10
Kurang layak dan kurang sehatnya keluarga yang tidak mampu dalam menempati rumahnya, sehingga kesehatannya kurang terjamin
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    KK Miskin
11
Jumlah pengangguran semakin tahun semakin meningkat.
-    Pengangguran

12
Jalan Desa di Dusun Ketapang, Ponjun, Malakah dan Dusun Bulu rusak berat sepanjang 1.500 meter
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
13
Jalan desa di dusun Bulu menuju Desa Pakamban Daja dan Desa Pragaan Daya rusak berat dan mengalami longsor sepanjang 300 m.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
14
Kuburan umum di dusun Ketapang, Ponjun, Galis, Malakah dan Bulu sekaligus keranda mayatnya dalam kondisi rusak dan tidak adanya pagar pembatas antara tanah makam dengan tanah masyarakat sehingga terkesan tidak terawat.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
15
Warga miskin kurang dalam mata pencahariannya

16
Sulitnya ekonomi keluarga menyebabkan masyarakat kesulitan biaya pembuatan jaring (alat tangkap ikan dan rajungan) yang setiap tahun peralatan tersebut mengalami rusak berat.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Pengrajin prayang dan jaring
17
Bertambahnya jumlah anak yang putus sekolah karena kondisi ekonomi orang tuanya tidak mampu.
-    Anak usia sekolah

18
Jalan setapak di dusun sebagian besar rusak berat karena terkikis air hujan.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
19
Sempitnya jalan desa di dusun Ponjun dan Galis yang menyebabkan kurang nyamannya aktivitas pada warga.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja

20
Sulitnya ekonomi masyarakat menyebabkan sulitnya  mendapatkan buku pengetahuan untuk menambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Peminat Baca
21
Terkikisnya tanah warga dusun Ketapang, Ponjun, Galis, Malakah, Bulu oleh air sungai yang menyebabkan keresahan warga.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja

22
Perlu adanya perbaikan tempat beribadah (musholla).
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
23
Pembangunan masjid Raudlatul Ihsan belum selesai yang dapat mengganggu aktifitas beribadah.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
24
Kurang berkualitas dan tidak nyamannya kegiatan proses belajar mengajar di madrasah dusun Bulu dan Ponjun karena kurangnya fasilitas dan alat kantor.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Siswa

25
Masih menyatunya dua kelas menjadi satu ruangan dan kurangnya fasilitas di MI Jaddung.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Siswa
-    Pengajar
26
Sebagian warga yang tidak mampu di kekurangan kebutuhan pokok.
-    KK Miskin

27
Kurang dimanfaatkannya rumput dan dedaunan pada saat musim penghujan.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Peternak
28
Kanan-kiri jalan desa terkikis air/longsor karena tidak adanya plengsengan dan saluran drainase air hujan.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
29
Kurang suburnya lahan pertanian karena petani tidak bisa mengolah jerami menjadi kompos
-    Jerami
-    Petani
30
Kurang dikembangkannya lahan tambak garam yang selama ini hanya dikembangkan pada pembuatan garam dan tidak dimanfaatkannya pada saat musim penghujan.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
-    Petambak

31
Jalan dusun Galis, ketapang,  Bulu, Malakah sebagian belum teraspal.
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
32
Kondisi jalan desa terkikis air hujan/ longsor
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
33
Pemuda-pemudi desa kurang bersemangat dalam berolahraga
-    Lokasi
-    Tenaga kerja
34
Pembuangan sampah yang dilakukan oleh warga desa yang dibuang disembarang tempat menggangu kesehatan
-    Lokasi
-    Tenaga kerja

35
Pembuangan limbah air mandi terkadang meresahkan kepada tetangga sebelahnya
-    Lokasi
-    Tenaga kerja